Senin, 13 April 2015

CINTA ada apa denganmu?

Kasih itu menyeluruh terhadap alam semesta ini, tiada putus dalam sesaatpun. Pujian dan sanjungan seharusnya khusus pada-Nya dan hanya itu perwujudan yang dikehendaki-Nya. Dengan ciptaan alam semseta ini ditujukan pada pemenuhan untuk pengenalan Diri yang terwakilkan pada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Asli natural pelajarannya yaitu rahmatan lil alamin, sebagai perubah akhlak manusia dari durjana menjadi beraklak mulia penuh kebijaksanaan.

Ini kasih sayang yang sesungguhnya, tiada pandang bulu terberikan sesuai kebutuhannya. Tercukupi kebutuhan semua mahluk itu karena Cinta tulus murni sejati. Kanjeng Nabi Muhammad SAW telah menjadikan alam semesta ini terberkati lagi terjaga kasih sayang-Nya dalam keseimbangan alam ruhani serta lahiriah. Inilah Cinta itu mendamaikan hati yang dalam cinta yang murni tanpa syarat. 

Cinta-Nya dipadang pasir jazirah Arab pun Dia sediakan tanaman kurma yang merupakan ciri khas untuk pemenuhan gizi bagi penduduk yang terkasihi. Patutlah bersyukur untuk menikmati dengan utuh  atas karunia ilmu yang tiada tara, dari pengelolaan pertanian, pengolahan hasil pertanian, hingga pemasaran produk turunan dari hasil pertanian itu. Cinta-Nya takkan terbalaskan, bisa tercukupi dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW yang rahmatan lil alamin dengan syukur tulus pada Illahi. Alhamdulillahi.

Jumat, 31 Januari 2014

Happy Birthday Milad (Maulid) Sejarah Kelahiran Nahdlatul Ulama 88 Year's

Banyumurni, Wis sak pantese kito berterima kasih pada penggagas dan pendiri Nahdlatul Ulama. Al Fatehah bagi beliau sedoyo, juga penerus perjuangan beliau semua hingga NU mberkahi terus, karena Allah SWT. Amin. Dan bersyukur kepada Allah SWT. Banyu Murni akan menulis sedikit sejarah berdirinya NU berdasar Buku I ANTOLOGI NU, Sejarah Istilah Amaliah Uswah, oleh beliau H. Soeleiman Fadeli dan Mohammad Subhan, S.Sos.

Dalam Bab I, 1. Sejarah Kelahiran, Nahdlatul Ulama, disingkat NU, artinya kebangkitan ulama. Sebuah organisasi yang didirikan oleh para ulama pada tanggal 31 Januari 1926 M/16 Rajab 1344 H di Surabaya.

Latar belakang berdirinya NU berkaitan erat dengan perkembangan pemikiran keagamaan dan politik dunia Islam kala itu. Pada tahun 1924, Syarif Husein, Raja Hijaz (Makkah yang berpaham Sunni ditaklukkan oleh Abdul Aziz bin Saud yang beraliran Wahabi.

Tersebarlah berita penguasa baru itu akan melarang semua bentuk amaliah keagamaan ala kaum Sunni, yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun di Tanah Arab, dan akan menggantinya dengan model Wahabi. Pengamalan agama dengan sistem bermadzhab, tawasul, ziarah kubur, maulid Nabi, dan lain sebagainya, akan segera dilarang.